Kaltim Berdaulat Dinilai Mampu Hadapi Ancaman Krisis 2023
KLIKSAMARINDA – Di tahun 2023 ini, potensi ancaman krisis diisukan akan semakin menjadi-jadi. Potensi ancaman itu akan berdampak pada beberapa hal antara lain krisis pasokan energi, krisis biaya hidup, tingginya tingkat inflasi, krisis pasokan makanan hingga serangan siber pada infrastruktur penting.
Menanggapi itu, anggota Komisi II DPRD Kaltim, Ely Hartati Rasyid merasa bahwa Indonesia mampu melewatinya. Mengingat, pemerintah dan masyarakatnya mampu menghadapi krisis dan berbagai tantangan saat terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia.
Maka dari itu, masyarakat tak perlu khawatir terhadap isu ancaman krisis yang akan terjadi di tahun 2023. Jika semua elemen bersatu, bukan hal mustahil untuk Indonesia, termasuk Kaltim, melewati ancaman krisis itu.
“Pandemi yang terjadi beberapa tahun ini harus menyadarkan kita, karena pandemi ini secara tidak langsung membuat kita punya sebuah imunitas. Jangan takut terhadap ancaman krisis itu, justru harus kita hadapi. Tetapi kita yakin dan percaya jika ekonomi Kaltim masih terus bertumbuh,” ujar Ely, Jumat 10 Februari 2023.
Menurut politikus PDI Perjuangan ini, tak bisa dan tak usah menyamakan Indonesia dengan Negara lainnya. Sebab, beda Negara, beda pula pemimpinnya. Maka dari itu, Indonesia harus tetap optimis.
“Kalah kok negara lain dengan Indonesia, termasuk dalam bentuk penanganannya. Karena pimpinan kita berkomitmen dengan jelas terhadap penanganan ekonomi pascapandemi,” jelasnya.
Kendati demikian, lanjut wanita kelahiran Tenggarong Kukar ini, Indonesia dan Kaltim harus bersiap-siap jika nantinya badai resesi dunia benar-benar terjadi.
Maka itu, sumber daya alam (SDA) berlimpah dan banyaknya sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni harus dipersiapkan sedari sekarang. Tujuannya, tidak lain untuk membuat roda perekonomian tetap stabil.
“Kita harus bersiap terhadap SDA dan SDM yang aja. Apalagi masyarakat kita juga merupakan konsumen dan pemakai yang banyak menggunakan produk dalam negeri. Jadi aman, Inshaallah aman,” tegasnya.
Saat pandemi Covid-19, kata Ely Hartati Rasyid, perputaran roda perekonomian Provinsi Kaltim bukannya minus melainkan terus bertumbuh. Ekonomi Kaltim saat itu tetap surplus.
“Itu karena terbantu oleh harga sawit dan batubara. Akhirnya kita menjadi negara yang punya semuanya,” ujar Ely.
Negara lain tak seperti Indonesia yang punya SDA berlimpah. Indonesia bisa berdiri sendiri jika benar-benar mampu mengolah SDA nya sendiri.
Bahkan, tegas Ely Hartati Rasyid, Indonesia punya batubara untuk pasokan listrik dan sawit untuk stok pangan minyak.
“Orang mau stok pasokan listrik, kita punya batu bara untuk itu. Lalu, orang mau stok pangan minyak, kita punya sawit sendiri. Jadi sebenarnya kita sudah bisa berdaulat. Kita punya kekayaan alam melimpah, ditambah SDM berkompetisi. Aman jadinya,” tutupnya. (Dya/Adv/DPRDKaltim)



